Untuk kamu ya kamu pria yang pernah kucintai sebelum aku bertemu
dengannya. Jujur aku merindukanmu, merindukan sosok dewasa dulu pernah
menopang dan menegakkan langkahku. Aku merindukan suaramu yang menelusup
lembut dalam telingaku. Aku merindukan sosok sederhanamu,sekarang aku
tahu bagaimana hari-hariku tanpamu, sekarang aku tahu bagaimana rasanya
tidak ada sapaan pagimu di handphoneku. Aku benar-benar takut kehilangan
sosok diriku seiring kehilanganmu.
Ingin rasanya kembali ke masa lalu, saat masih ada senyum mu yang
menemaniku sampai aku tertidur pulas. Saat kamu masih menganggapku lebih
dari teman, saat kata rindumu masih ku dengar dari bibir tipismu.
Kehadiranmu bagai aktor drama yang kutunggu-tunggu kemunculannya.Aku
masih saja memperhatikan nomor handphonemu,menimbang-nimbang apakah aku
harus mengirim sms duluan atau aku saja yang menunggumu? Ah .... tapi
kamu terlalu sibuk,hanya untuk sekedar sms menanyakan kabarku.
Setelah kuputar ulang lagi rekaman otakku yang berisi tentangmu,aku
mencoba untuk kembali mengingat perlakuan lembutmu dan perlakuan
kasarnya . Aku mencoba mengingat kesabaranmu menghadapiku, aku mencoba
menerka-nerka ucapanmu yang meredamkan amarahku, aku mencoba mengintip
lagi usaha-usahamu yang mencoba membuat hubungan kita agar tidak berada
di tempat. Bayanganmu berputar-putar di otakku, suaramu menusuk-nusuk
telingaku.Aku benar-benar kecanduan masa lalu. Aku semakin sadar bahwa
tidak seorangpun yang membuatku merasa berarti dan luar biasa selain
kamu.Aku semakin yakin bahwa kamu adalah seseorang yang berusaha
memperbaiki kesalahanku agar aku menjadi seseorang yang baru. kamu
menerimaku lalu menjaga perasaanku,dia menerimaku lalu mencabik-cabik
perasaanku.
kali ini aku tak merasa kantuk sama sekali,rasa kantuk itu benar-benar
tidak berarti sampai aku menuliskan ini, sampai aku bisa menikmati
hadirmu lewat tulisanku. Aku menyesal kenapa semua hal-hal indah
seringkali tak bisa terulang? Aku frustasi, aku kebingungan,aku
membutuhkan hadirmu,aku butuh kata rindumu. Dimana kamu? Kau tahu?
semenjak kemarin aku mencarimu. Hubunganku dengannya di ujuk tanduk saat
ini. Selamatkan aku ! bukan hubunganku.
untuk seseorang yang mungkin tidak pernah membaca tulisan ini
aku sangat merindukanmu
24july
Tidak ada komentar:
Posting Komentar