Seperti yang biasa ku katakan kepada sahabatku..”Hidup masih terlalu panjang..dari sekarang masih banyak kerikil yang harus kita lewati.kalau kita terus membasahi luka dari kerikil kemarin,luka itu tidak akan kering..dan kita semakin susah melangkah melewati kerikil berikutnya,dengan luka yang masih basah.kita harus kuat..karena ini sudah digariskan.ini baik,tuhan tidak mungkin memberikan sesuatu yang tidak baik kepada kita..paling tidak,baik untuk kedepan nya. Jadi intinya sabar saja..segalanya ada proses..proses ini harus kita nikmati,proses yang mengantar kita ke kehidupan yang lebih baik.”
Hukum alam yang pernah dikatakan ibu rahmaa,-setiap pertemuan pasti ada akhir-.kita tidak bisa memaksakan kehendak..kau ingat waktu pertama kali ke dokter gigi untuk cabut gigi susumu?itu sakit.sakittt..sekali. Tidak langsung sembuh.Butuh waktu yang lama supaya sakitnya hilang,supaya kita bisa makan dengan baik. Bagaimana bila waktu itu kau bersikeras untuk tidak cabut gigi?untuk menghindari rasa sakit,sakit sekali? Gigi mu pasti tidak sebagus sekarang.. Intinya,untuk lebih baik kedepan nya,segala sesuatunya butuh proses..butuh pengorbanan. tuhan menciptakan kita tidak untuk menjadi manusia yang manja,manusia yang butuh sendok setiap saat untuk disuapi. Aku selalu percaya tuhan itu baik..tuhan itu baik.. Aku sangat mencintai diriku.aku mencintai hatiku.aku mencintai perasaanku. Karena aku,perasaanku,mereka sering disakiti,dilukai,berulang-ulang..but it still working. Mereka masih bisa memaafkan..mereka masih bisa bertatap muka atau berbicara sama seseorang yang bertanggung jawab penuh atas sakitnya mereka. Aku bangga menjadi diriku.. Aku bahkan masih bisa membuat orang disekitarku supaya tidak seperti aku saat ini,di kemudian hari. Bukan berarti aku tidak pernah sedih.. Tidak ada yang salah dengan tiba-tiba menangis,lalu seketika menyesal dan menghapusnya.
Tidak ada yang salah dengan mencoba menjadi baik-baik saja di keadaan yang tidak baik. Dan..tidak ada yang salah dengan dirimu,selama kamu tidak merasa seorang diri,bahkan disaaat tengah keramaian.
***
Bukankah kalau kau benar rindu kau akan datang padaku?maka aku diam di tempat ini menunggumu datang.aku butuh kau untuk menghadapi kenyataan yang begitu tidak baik
Bukankah kalau benar rindu kau akan mencariku? Maka aku diam di tempat ini menunggu kau temukan .Aku sengaja tidak bilang aku dimana-karena kau pun tidak pernah bertanya. Aku tau ini bukan berarti kau tidak menyayangiku.. Kau,kau begitu takut kehilangan dirimu sendiri karena terlalu menyayangiku. aku mengerti. Aku,perasaanku,mereka terlalu percaya bahwa kau baik. Karena aku,perasaanku,mereka setia. Walau diam Mereka tetap hanya memikirkan kebahagiaanmu saja. (Harusnya)kau jelas tau.. Kau jelas tau aku tidak pandai bercakap,tapi aku pandai berdoa untukmu.
Tertanda, Rindu yang setia




